Gary Payton adalah salah satu point guard terbaik dalam sejarah NBA. Dikenal dengan julukan "The Glove" karena kemampuan bertahannya yang luar biasa, Payton menjadi salah satu pemain yang paling ditakuti lawan di era 1990-an hingga awal 2000-an. Dengan karier yang cemerlang, termasuk memenangkan gelar NBA dan menjadi bagian dari Hall of Fame, Gary Payton telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia bola basket.
Awal Kehidupan dan Karier di NCAA
Gary Payton lahir pada 23 Juli 1968 di Oakland, California. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam bola basket. Payton bersekolah di Skyline High School di Oakland sebelum melanjutkan ke Oregon State University, di mana ia bermain untuk tim Oregon State Beavers.
Selama empat tahun di Oregon State, Payton berkembang menjadi salah satu point guard terbaik di NCAA. Ia mencetak lebih dari 2.000 poin dalam karier kuliahnya dan dinobatkan sebagai Pac-10 Player of the Year pada tahun 1990. Kehebatannya dalam bertahan dan kemampuan mencetak angka membuatnya menjadi prospek NBA yang sangat menarik.
Karier di NBA
Gary Payton terpilih sebagai pilihan ke-2 dalam NBA Draft 1990 oleh Seattle SuperSonics. Sejak awal kariernya, Payton dikenal sebagai pemain yang sangat kompetitif dan tidak takut untuk beradu fisik dengan lawan.
Era Keemasan bersama Seattle SuperSonics
Pada awal kariernya, Payton mengalami sedikit kesulitan dalam beradaptasi dengan NBA. Namun, setelah beberapa musim, ia berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di liga. Berpasangan dengan Shawn Kemp, Payton membawa SuperSonics menjadi tim yang sangat kompetitif di era 1990-an.
Puncak kariernya bersama Seattle terjadi pada musim 1995-96, di mana ia membawa tim ke Final NBA untuk menghadapi Chicago Bulls yang dipimpin oleh Michael Jordan. Meski kalah dalam enam pertandingan, Payton berhasil menunjukkan performa luar biasa, terutama dalam bertahan melawan Jordan. Ia juga dinobatkan sebagai NBA Defensive Player of the Year, menjadikannya satu-satunya point guard dalam sejarah yang pernah memenangkan penghargaan tersebut.
Pindah ke Tim Lain dan Perjalanan Menuju Gelar Juara
Setelah lebih dari satu dekade bersama SuperSonics, Payton diperdagangkan ke Milwaukee Bucks pada tahun 2003. Namun, ia hanya bermain satu musim sebelum pindah ke Los Angeles Lakers untuk bergabung dengan tim super yang berisikan Shaquille O'Neal, Kobe Bryant, dan Karl Malone.
Sayangnya, meski tim Lakers sangat kuat di atas kertas, mereka gagal meraih gelar juara setelah dikalahkan oleh Detroit Pistons di Final NBA 2004.
Payton kemudian melanjutkan kariernya dengan Boston Celtics sebelum akhirnya bergabung dengan Miami Heat pada tahun 2005. Bersama Miami, ia akhirnya meraih cincin juara NBA pertamanya pada tahun 2006 saat tim yang dipimpin oleh Dwyane Wade dan Shaquille O'Neal mengalahkan Dallas Mavericks di Final NBA.
Setelah satu musim lagi bersama Heat, Payton pensiun dari NBA pada tahun 2007 setelah 17 musim bermain.
Gaya Bermain dan Kontribusi di Lapangan
Gary Payton dikenal sebagai point guard dengan kemampuan bertahan yang luar biasa. Julukan "The Glove" diberikan karena kemampuannya dalam menjaga lawan satu lawan satu dengan sangat ketat, sering kali membuat mereka kesulitan mencetak angka. Ia juga terkenal dengan trashtalking-nya yang legendaris, di mana ia sering kali mencoba mengintimidasi lawan secara verbal di lapangan.
Selain bertahan, Payton juga merupakan pemain serba bisa dengan kemampuan mencetak angka, mengatur serangan, dan memberikan assist yang brilian. Ia menyelesaikan kariernya dengan rata-rata 16,3 poin, 6,7 assist, dan 1,8 steal per game.

Prestasi dan Penghargaan
Selama kariernya, Gary Payton meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Juara NBA (2006)
- NBA Defensive Player of the Year (1996)
- 9 kali NBA All-Star (1994-1998, 2000-2003)
- 9 kali NBA All-Defensive First Team (1994-2002)
- 2 kali All-NBA First Team (1998, 2000)
- 2 kali All-NBA Second Team (1995, 1997)
- 4 kali All-NBA Third Team (1994, 1996, 1999, 2001)
- Hall of Fame NBA (2013)
Kehidupan Setelah Pensiun
Setelah pensiun, Gary Payton tetap aktif dalam dunia bola basket. Ia sering muncul sebagai komentator dan analis di berbagai acara NBA. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan amal dan pengembangan bola basket untuk anak-anak muda.
Payton juga mendirikan Gary Payton Foundation, yang bertujuan membantu anak-anak kurang mampu dalam pendidikan dan olahraga. Selain itu, ia sering memberikan pelatihan dan seminar untuk pemain muda yang ingin mengembangkan keterampilan mereka di lapangan.
Warisan dalam Dunia Basket
Gary Payton adalah salah satu point guard terhebat dalam sejarah NBA. Keberhasilannya sebagai pemain bertahan dan playmaker menjadikannya panutan bagi banyak pemain muda. Pemain seperti Chris Paul, Patrick Beverley, dan Marcus Smart sering kali disebut sebagai penerus gaya bermain Payton dalam bertahan dan mengintimidasi lawan.
Selain itu, Payton juga memberikan pengaruh besar dalam perkembangan posisi point guard yang tidak hanya bertugas sebagai pengatur serangan, tetapi juga sebagai pemain bertahan yang agresif. Keberhasilannya di NBA menjadikannya inspirasi bagi generasi berikutnya.
Kesimpulan
Gary Payton adalah legenda NBA yang dikenal karena permainan bertahannya yang luar biasa dan mentalitas kompetitifnya. Dengan karier yang penuh dengan pencapaian, termasuk menjadi Defensive Player of the Year, 9 kali All-Star, dan akhirnya memenangkan cincin juara NBA, Payton telah mengukir namanya dalam sejarah bola basket.
Sebagai seorang pemain yang penuh semangat dan tidak pernah takut menghadapi tantangan, Payton akan selalu dikenang sebagai salah satu point guard terbaik sepanjang masa. Warisannya dalam dunia basket terus berlanjut, menginspirasi banyak pemain muda untuk meniru kehebatannya dalam bertahan dan bermain dengan penuh dedikasi.